Waktu
Waktu seperti
burung tanpa hinggapan
Melewati
hari-hari rubuh tanpa ratapan
Sayap-sayap
mujizat terkebar dengan cekatan
Waktu seperti
butir-butir air
Dengan nyanyi
dan tangis angin silir
Berpejam mata
dan pelesir tanpa akhir.
Dan waktu juga
seperti pawang tua
Menunjuk arah cinta dan arah keranda
(W.S Rendra, 1961. Empat Kumpulan Sajak)
Semua orang yang ada didunia ini tak ada
yang tak kenal waktu. Waktu dalam konsep ilmu fisika dihitung melalui jarak
dibagi kecepatan. Sedangkan pada hakikatnya secara filosofis adanya waktu
depengaruhi oleh gerak. Mengapa? Munculnya siang dan malam dikarenakan adanya
rotasi bumi melalui porosnya. Adanya tahun disebabkan revolusi bumi
mengelilingi matahari selama 365 hari atau 366 hari dalam tahun kabisat. Hal
inilah hubungan antara gerak dan waktu. Secara logika, jika seandainya didunia
ini tidak ada gerak secara otomatis waktu tidak akan berjalan.
Hidup manusia selalu terikat dengan
waktu (umur dan ajal). Sampai terciptanya dunia hingga saat ini waktu tak
pernah berhenti. Dia terus bergerak dan terpacu sesuai hukum alam. Seiring terikatnya waktu dengan manusia,
banyak peran bagi kehidupan manusia. Diantaranya, yaitu:
Pertama waktu sebagai kawan, karena
waktu menjadi teman setia mengiringi aktivitas dan perjalanan hidup manusia. Dikala
suka atau duka.
Kedua waktu sebagai sesuatu yang
penting, terkadang kita tidak sadar bahwasannya waktu menjadi hal yang paling
berharga. Mengingat ketika ada peristiwa penting dalam kehidupan kita (seperti
ulang tahun, hari besar, hari pernikahan dan lain sebagainya).
Ketiga waktu adalah musuh, ibarat sebuah
lintasan balap waktu selalu menjadi lawan main kita dalam arena kehidupan.
Suatu hari ketika datang kesekolah atau kekantor, takut terlambat, atau megejar
deadline ketika sedang mengerjakan tugas.
Namun, dengan adanya peran-peran diatas
tadi manusia tidak menyadarinya. Waktu menjadi sesuatu hal yang penting, juga
bisa menjadi sesuatu yang menyebalkan. Seperti kata pepetah waktu bagaikan
pedang, akan tetapi waktu adalah uang. Waktu bagaikan pedang, jika tidak
waspada waktu akan menebas kita. Waktu adalah uang bagi orang selalu
memanfaatkannya. Hal yang paling penting adalah bagaimana cara kita membuat
waktu tersebut menjadi bermanfaat. Salah satunya menjadikannya waktu yang
berkah. Yang mana waktu yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan kita. Caranya
dengan membuat waktu tersebut menjadi lebih berharga. Apa gunanya punya banyak
waktu, jika hanya untuk disia-siakan. Meskipun banyak kesibukan setidaknya kita
memanfaatkan waktu dengan maksimal demi mendatangkan kesuksesan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar