Madrasah Ibtidaiyah
Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah sebuah
institusi pendidikan formal islam yang setara dengan Sekolah Dasar yang
memiliki peran penting dalam menyumbangkan pembelajaran di Indonesia ini. MI
merupakan hasil dari perkembangan Madrasah atau sekolah yang berbasis Islam.
Nama Madrasah dikenal` ketika dimulai sejak pada zaman Dinasti Bani Abasiyah
berupa Madrasah Nizamiyah atas prakarsa seorang perdana menteri yang bernama
Nizamul Mulk. Seiring terus berjalannya zaman Madrasah masuk ke Indonesia dan
menjadi sebuah institusi pendidikan formal dan non formal. Formal contohnya
kita kenal ada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara SMP,
Madrasah Aliyah (MA) setara dengan SMA. Sedangkan yang non formal adalah
Madrasah Diniyah yang mana terkonsentrasi dengan pelajaran Agama islam.
Sebagai institusi formal, saat ini
eksistensi Madrasah Ibtidaiyah (MI) bagi
masyarakat menjadi prioritas utama. Karena MI selain menumbuhkembangkan
peserta didik dalam bidang IPTEK juga disisipi tafaquh fi al din yang
menyangkut nilai dan norma dalam islam sehingga membentuk jiwa anak yang
berdimensi Ilahiyah. Sejalan dengan perkembangan kebudayaan dan peradaban
(culture and civilization) di Indonesia ini, yang mana menurut Alfin Tofler
merupakan era informasi yang canggih dan serba cepat. Namun sayang sekali hal
tersebut tidak diimbangi dengan kemajuan nilai dan norma, sebagai contoh saat
ini banyak pejabat yang melakukan korupsi, pencucian uang, anak remaja yang
tawuran dan terjerumus dalam Narkoba. Ini merupakan potret bangsa Indonesia
yang miskin nilai dan norma. Pendidikan yang sudah gagal dalam membentuk budaya
bangsa. Disinilah peran Madrasah Ibtidaiyah yang menyajikan pendidikan yang
berbasis kharakter Agama Islam dengan visi dan misi sukses dunia hingga akhirat.
Oleh karena itu dengan adanya MI
merupakan sebuah kewajiban bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan
institusi tersebut. Akan tetapi saat ini masih banyak MI yang belum memiliki
sarana dan prasarana yang memenuhi standar pendidikan terutama yang statusnya
swasta. Dengan peningkatan mutu MI secara maksimal akan menimbulkan dampak yang
signifikan bagi kemajuan kebudayaan dan peradapan (culture and civilization)
bagi bangsa Indonesia. Karena disamping ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK),
nilai dan norma (IMTAQ) merupakan kebutuhan pokok dalam membentuk kepribadian
bangsa ini. Sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas dan memiliki
budi pekerti yang luhur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar