Jumat, 11 September 2015

Madrasah Ibtidaiyah



 Madrasah Ibtidaiyah

Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah sebuah institusi pendidikan formal islam yang setara dengan Sekolah Dasar yang memiliki peran penting dalam menyumbangkan pembelajaran di Indonesia ini. MI merupakan hasil dari perkembangan Madrasah atau sekolah yang berbasis Islam. Nama Madrasah dikenal` ketika dimulai sejak pada zaman Dinasti Bani Abasiyah berupa Madrasah Nizamiyah atas prakarsa seorang perdana menteri yang bernama Nizamul Mulk. Seiring terus berjalannya zaman Madrasah masuk ke Indonesia dan menjadi sebuah institusi pendidikan formal dan non formal. Formal contohnya kita kenal ada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara SMP, Madrasah Aliyah (MA) setara dengan SMA. Sedangkan yang non formal adalah Madrasah Diniyah yang mana terkonsentrasi dengan pelajaran Agama islam.
Sebagai institusi formal, saat ini eksistensi Madrasah Ibtidaiyah (MI) bagi  masyarakat menjadi prioritas utama. Karena MI selain menumbuhkembangkan peserta didik dalam bidang IPTEK juga disisipi tafaquh fi al din yang menyangkut nilai dan norma dalam islam sehingga membentuk jiwa anak yang berdimensi Ilahiyah. Sejalan dengan perkembangan kebudayaan dan peradaban (culture and civilization) di Indonesia ini, yang mana menurut Alfin Tofler merupakan era informasi yang canggih dan serba cepat. Namun sayang sekali hal tersebut tidak diimbangi dengan kemajuan nilai dan norma, sebagai contoh saat ini banyak pejabat yang melakukan korupsi, pencucian uang, anak remaja yang tawuran dan terjerumus dalam Narkoba. Ini merupakan potret bangsa Indonesia yang miskin nilai dan norma. Pendidikan yang sudah gagal dalam membentuk budaya bangsa. Disinilah peran Madrasah Ibtidaiyah yang menyajikan pendidikan yang berbasis kharakter Agama Islam dengan visi dan misi sukses dunia hingga akhirat.
Oleh karena itu dengan adanya MI merupakan sebuah kewajiban bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan institusi tersebut. Akan tetapi saat ini masih banyak MI yang belum memiliki sarana dan prasarana yang memenuhi standar pendidikan terutama yang statusnya swasta. Dengan peningkatan mutu MI secara maksimal akan menimbulkan dampak yang signifikan bagi kemajuan kebudayaan dan peradapan (culture and civilization) bagi bangsa Indonesia. Karena disamping ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), nilai dan norma (IMTAQ) merupakan kebutuhan pokok dalam membentuk kepribadian bangsa ini. Sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas dan memiliki budi pekerti yang luhur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar