Kesunyian
Aku tak tahu kenapa
didunia ini harus ada realita. Bagiku sangat sulit jika perjalanan ini selalau
terhambat oleh rasa takut dan rasa malu. Tak ada seorangpun yang bisa diajak
untuk melakukan pembicaraan. sehingga rasanya sangat sulit dalam membumikan
angan-angan. Dari dulu sejarahnya selalu kelam dalam masa pubertas. Aku tak
tahu mengapa selalu takut dengan seorang wanita. selalu jika menyukai seseorang
pasti tak tersampaikan. Namun begitulah kenyataannya, perasaan yang tak
tersampaikan selalu membuatku terlihat begitu sangat idiot dalam hal
percintaan. aku merasa lumpuh jika persoalan cinta.
Tapi tak dipungkiri
jika begitu. alasannya karena aku tidak percaya diri. aku merasa seperti seorang
manusia setengah laki-laki. Aku berjenis kelamin laki-laki, tetapi memiliki
emosi yang pengecut seperti layaknya seorang gadis. Aku selalu tersipu malu
ketika diantara banyak orang. Sehingga aku terlihat cacat dalam komunikasi.
Saat ini yang kutahu
adalah individualis dalam diriku. Fantasi adalah tempat aku melarikan diri. Perang
batin selalu meliputi setiap tindakan. Aku tidak punya teman dalam dunia ini.
kesendirian dan kesunyian merupakan
suasana favoritku. Aku selau menutup diri dalam dunia sepi. Aku merasa bahwa
diriku adalah mikrokosmos yang sudah sempurna dan tak membutuhkan yang lainnya.
Inilah aku, tak peduli
susah ataupun senang aku tetaplah tersusun dari diriku sendiri. Tak ada orang
lain yang bisa memahami eksistensiku kecuali yang Maha kuasa. Aku hanya sebuah
sampah yang menghiasi setiap sudut kumuhnya kehidupan.
Aku takut bertindak
karena segala perbuatan selalu diikuti tanggung jawab. Begitu juga aktivitas
dunia nyata ini selalu dibatasi dengan kebenaran. Segala yang kulakukan selalu
salah. Sehingga dunia ini selalu sinis terhadapku. Hatiku selalu dipenuhi putus
asa akan ketidakpastian sebuah cita-cita. Selalu terhenti dengan keraguan.
Watuagung, 08-07-2015
Muhammad Rifa'i
Tidak ada komentar:
Posting Komentar