Jumat, 11 September 2015

Hopely and Lonely






 Kesunyian
Aku tak tahu kenapa didunia ini harus ada realita. Bagiku sangat sulit jika perjalanan ini selalau terhambat oleh rasa takut dan rasa malu. Tak ada seorangpun yang bisa diajak untuk melakukan pembicaraan. sehingga rasanya sangat sulit dalam membumikan angan-angan. Dari dulu sejarahnya selalu kelam dalam masa pubertas. Aku tak tahu mengapa selalu takut dengan seorang wanita. selalu jika menyukai seseorang pasti tak tersampaikan. Namun begitulah kenyataannya, perasaan yang tak tersampaikan selalu membuatku terlihat begitu sangat idiot dalam hal percintaan. aku merasa lumpuh jika persoalan cinta.
Tapi tak dipungkiri jika begitu. alasannya karena aku tidak percaya diri. aku merasa seperti seorang manusia setengah laki-laki. Aku berjenis kelamin laki-laki, tetapi memiliki emosi yang pengecut seperti layaknya seorang gadis. Aku selalu tersipu malu ketika diantara banyak orang. Sehingga aku terlihat cacat dalam komunikasi.
Saat ini yang kutahu adalah individualis dalam diriku. Fantasi adalah tempat aku melarikan diri. Perang batin selalu meliputi setiap tindakan. Aku tidak punya teman dalam dunia ini. kesendirian  dan kesunyian merupakan suasana favoritku. Aku selau menutup diri dalam dunia sepi. Aku merasa bahwa diriku adalah mikrokosmos yang sudah sempurna dan tak membutuhkan yang lainnya.
Inilah aku, tak peduli susah ataupun senang aku tetaplah tersusun dari diriku sendiri. Tak ada orang lain yang bisa memahami eksistensiku kecuali yang Maha kuasa. Aku hanya sebuah sampah yang menghiasi setiap sudut kumuhnya kehidupan.
Aku takut bertindak karena segala perbuatan selalu diikuti tanggung jawab. Begitu juga aktivitas dunia nyata ini selalu dibatasi dengan kebenaran. Segala yang kulakukan selalu salah. Sehingga dunia ini selalu sinis terhadapku. Hatiku selalu dipenuhi putus asa akan ketidakpastian sebuah cita-cita. Selalu terhenti dengan keraguan.
Watuagung, 08-07-2015
Muhammad Rifa'i

Tidak ada komentar:

Posting Komentar