Guru
killer atau guru cool
Agak sedikit aneh rasanya dengan judul
tulisan ini. Tetapi ini terinspirasi dari sebuah pengalaman saya. ketika masih duduk dibangku SLTP. Kata killer
sendiri kurang tepat kalau digandengkan dengan guru. Kita tahu, seorang guru adalah
seorang pendidik dan memberikan ilmu pengetahuan. Mengapa justru malah disebut killer
(pembunuh). Kesan killer yang masih dalam ingatan saya adalah ketika
diajar oleh guru fisika dan matematika. Saat guru tersebut memasuki kelas
jantung terus berdebar. Bahkan mendengar namanya saja sudah menakutkan.
Hari-hari sangat suram. Bangun pagi tak ada gairah untuk mencari ilmu. Pergi
kesekolah ibarat memasuki istana penyihir. Mungkin yang saya alami ini tak jauh
berbeda dengan anak-anak sekarang. Ketika diajar oleh seorang guru yang
memiliki tampang galak dan menakukan. Barangkali guru tersebut ingin
menunjukkan kewibawaannya terhadap para siswa. Bukannya giat belajar malah menambah tekanan psikologis pada anak.
Sehingga pelajaran tidak bisa diserap dengan maksimal. Akhirnya tujuan
pembelajaran tidak akan tercapai.
lain halnya dengan guru cool.
Kata cool disini bukan cool seperti anak muda jaman sekarang yang
identik dengan stylish pakaian atau rambut . Pengertian cool secara
bahasa adalah sejuk. Jadi guru cool adalah guru yang memberikan
kesejukan terhadap muridnya. Bisa dibayangkan seandainya kita diajar oleh guru
yang menyenangkan dan penuh dengan senyum. Secara tidak langsung murid akan
mudah menerima apa yang disampaikan oleh guru. Dengan kata lain, seorang guru
harus bersikap luwes terhadap anak didik. Meskipun resikonya siswa bersikap manja terhadap guru.
Akan tetapi disisi lain, siswa akan lebih terbuka untuk menyampaikan curahan
atau masalah yang ada pada dirinya. Sehingga guru dapat melakukan tindakan
evaluasi demi perbaikan pembelajaran siswa. Intinya adalah bagaimana seorang
guru melakukan sosio emosinal
dengan siswa melalui pendekatan interpersonal yang sehat. Dengan pengajaran
yang cool akan menghasilkan siswa yang cool, sebaliknya
pengajaran yang killer membuat siswa membuat siswa semakin brutal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar