Jumat, 11 September 2015

Love Illusions and Love Illumination



Cinta Ilusi vs Cinta Iluminasi
Oleh
Muhammad Rifa’i
(Rasa rindu dan pengabdian hanya kepada Allah sang pemilik semesta alam)
Cinta merupakan hal yang tiada habisnya ketika dibicarakan, tua, muda, kecil, dewasa, seolah-olah berbicara tentang cinta. Suatu topik menjadi hangat bila yang dibahas tentang cinta. Setiap orang memiliki persepsi tentang cinta. Namun perlu diketahui apakah yang dinamakan cinta. Tentu saja pengertian sangat penting sebelum membahas secara mendalam. Berikut ini berbagai pengertian tentang cinta. Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhada pseseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakuka nmanusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Dari sini saya ingin memberikan kategori mengenai cinta dengan maksud bisa membedakan aktivitas perasaan cinta yang saat ini sedang hinggap dalam jiwa kita. Cinta itu dibagi menjadi dua, yaitu cinta ilusi dan cintai luminasi.
1.      Cinta ilusi adalah cinta yang menipu, menyesatkan, orang yang mengalaminya cenderung tergila-gila, hilang akalsehatnya (qad syaghafaha hubba), menghilangkan norma kebenaran (Cinta Ra’fah) dan hawa nafsu berperan dalam hal tersebut. Menuru t mereka cinta itu merupakan segalanya seperti sabda Nabi “man ahabba syaian fahuwa abduhu” barangsiapa yang mencintai sesuatu maka ia menjadi budaknya. Cinta yang sanga  t membutakan, cinta yang mendarah mendaging. Namun perlu diketahui bahwa cinta ini sangat merugikan karena cinta ini bisa membawa  pada jurang kenistaan, bisa berbuat kemaksiatan. Cinta ini sering muncul dikalangan remaja yang sudah akil balig hakikat dari perubahan fisik dan psikis. Cinta yang sangat membara. Tetapi mereka tidak tahu bahwa perasaan itu hanya sesaat. Perasaan itu akan hilang ketika mencapai kedewasaan. cinta yang dirasa begitu nikmat tapi menimbulkan kehancuran yang sangat besar. Sebagai contoh cintanya Zulaikha’ kepada Nabi Yusuf.
2.      Cinta iluminasi adalah cinta yang memberi penerangan perubahan kepada hal-hal yang positif (Cinta Kulfah). Cinta ini tergolong cinta yang sesungguhnya. Cinta yang saling mengasihi dan menyayangi. Cinta yang didasari dengan norma-norma kebaikan dan menghindari segala kemaksiatan. Cinta ini muncul ketika orang yang sudah dewasa. Mereka tahu bahwa cinta itu butuh pengertian dan kerja sama. Dengan didasari kesepakatan dan kesepahaman.
Cinta dan kasih sayang termasuk kebutuhan yang tidak boleh diabaikan, semua orang butuh hal tersebut, akan tetapi kebutaan dan melakukan hal-hal yang menentang nilai-nilai dan norma merupakan hal yang menyedihkan. Tentu saja bukan kenikmatan dan manfaat yang kita dapat melainkan merugikan diri kita sendiri. Kita perlu mengkaji ulang, apakah cinta yang kita rasakan ini termasuk cinta yang membuat bahagia diri kita? atau mungkin cinta itu menghalangi untuk mencapai sebuah tujuan. Cinta itu hak setiap manusia. Tetapi meraih cita-cita dan kesuksesan itu jauh lebih penting. Jangan sampai cinta tersebut menjegal dan menjadi duri bagi kehidupan kita. Oleh karena itu, carilah cinta yang mendukung dan memotivasi untuk menjadi manusia yang seutuhnya. Cinta yang abadi adalah cinta kepada Allah, cinta yang hakiki adalah cinta karena Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar