Jumat, 11 September 2015

How to Teach Your Student?



How to teach your student?
Oleh
Muhammad Rifa’i
Menjadi seorang pendidik merupakan sebuah pilihan, yang mana merupakan tugas mulia untuk  membentuk kepribadian manusia. Sebuah profesi yang tak mudah perlu banyak kesabaran. Menghadapi berbagai karakter anak-anak. Disamping memberikan ilmu pengetahuan, pendidik harus mempunyai kepribadian yang menjadi suri tauladan bagi anak-anak. Perlu diketahui bahwasanya sifat seorang guru dapat ditiru oleh siswanya melalui proses pembelajaran. Secara tidak sadar ketika guru mempunyai kebiasaan maka dengan sendiri keluar saat mengajar. Hal inilah yang sangat sulit dilakukan, mengingat kelakuan dan terindakan kita bagaikan public figure bagi anak-anak. Kebanyakan sikap anak itu merupakan cerminan dari seorang guru yang mengajarnya. Mengingat input yang baik akan menghasilkan output yang baik. Akan tetapi menjadi seorang guru yang berkualitas perlu proses yang panjang, selain baik dibidang akademis maupun otak yang penuh konsep, seorang guru harus memiliki metode pengajaran dan jiwa sosial terhadap anak-anak. Yang paling sulit ketika guru tidak suka dengan sikap hyperactivenya.
Anak nakal itu adalah cara dia untuk berkomunikasi dengan guru. Biasanya guru memberi asumsi bahwa anak nakal diakibatkan karena kegagalan dalam proses belajar. Sikap tersebut harus kita benahi. Guru perlu mengenal setiap watak dari peserta didik. Dan yang lebih penting adalah latar belakang dari anak tersebut. Sehingga kita bisa menganalisis, menyimpulkan lalu melakukan evaluasi. Hal semacam diatas sangat sulit dilakukan. Mungkin dikarenakan seorang guru punya kesibukan diluar sekolah atau mereka mengajar hanya menginginkan gajinya. Memang semua itu sangat wajar dan manusiawi tetapi untuk kebaikan anak adalah yang pertama dau utama. Adanya kurikulum, silabus, RPP, promes dan prota, memang penting untuk menunjang proses belajar mengajar, namun semua itu tidak cukup. Perlu observasi anak secara langsung. Melalui dialog terhadap anak sehingga guru selain sebagai pengajar juga sebagai tempat curahan hati dan motivator para siswa. Pada akhirnya anak menganggap guru merupakan segala-galanya bagi mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar