How to teach your student?
Oleh
Muhammad Rifa’i
Menjadi seorang
pendidik merupakan sebuah pilihan, yang mana merupakan tugas mulia untuk membentuk kepribadian manusia. Sebuah profesi
yang tak mudah perlu banyak kesabaran. Menghadapi berbagai karakter anak-anak.
Disamping memberikan ilmu pengetahuan, pendidik harus mempunyai kepribadian
yang menjadi suri tauladan bagi anak-anak. Perlu diketahui bahwasanya sifat
seorang guru dapat ditiru oleh siswanya melalui proses pembelajaran. Secara
tidak sadar ketika guru mempunyai kebiasaan maka dengan sendiri keluar saat
mengajar. Hal inilah yang sangat sulit dilakukan, mengingat kelakuan dan
terindakan kita bagaikan public figure bagi anak-anak. Kebanyakan sikap anak
itu merupakan cerminan dari seorang guru yang mengajarnya. Mengingat input yang
baik akan menghasilkan output yang baik. Akan tetapi menjadi seorang guru yang
berkualitas perlu proses yang panjang, selain baik dibidang akademis maupun
otak yang penuh konsep, seorang guru harus memiliki metode pengajaran dan jiwa
sosial terhadap anak-anak. Yang paling sulit ketika guru tidak suka dengan
sikap hyperactivenya.
Anak nakal itu
adalah cara dia untuk berkomunikasi dengan guru. Biasanya guru memberi asumsi
bahwa anak nakal diakibatkan karena kegagalan dalam proses belajar. Sikap
tersebut harus kita benahi. Guru perlu mengenal setiap watak dari peserta
didik. Dan yang lebih penting adalah latar belakang dari anak tersebut.
Sehingga kita bisa menganalisis, menyimpulkan lalu melakukan evaluasi. Hal
semacam diatas sangat sulit dilakukan. Mungkin dikarenakan seorang guru punya
kesibukan diluar sekolah atau mereka mengajar hanya menginginkan gajinya.
Memang semua itu sangat wajar dan manusiawi tetapi untuk kebaikan anak adalah
yang pertama dau utama. Adanya kurikulum, silabus, RPP, promes dan prota,
memang penting untuk menunjang proses belajar mengajar, namun semua itu tidak
cukup. Perlu observasi
anak secara langsung. Melalui dialog terhadap anak sehingga guru selain sebagai
pengajar juga sebagai tempat curahan hati dan motivator para siswa. Pada
akhirnya anak menganggap guru merupakan segala-galanya bagi mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar