Jumat, 13 Mei 2016

Mistik Kejawen


Tradisi kejawen merupakan warisan leluhur  yang menjadi ikon bagi budaya suku Jawa. Di era modern ini kejawen mulai tersingkir akibat arus perkembangan  zaman, bisa dikatakan wong jowo ilang jawane. Sebab banyak anggapan orang budaya Jawa (Kejawen) sudah tidak layak pakai. Buku yang berjudul "Mistik Kejawen" karya Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum membahas mistik kejawen melalui kajian filosifis penulis berusaha mengungkapkan bagaimana mistik kejawen ini dari sudut pandang orang jawa. Mistik Kejawen merupakan aliran kebatinan yang sudah melebur dengan berbagai macam agama yang ada ditanah Jawa. Bahkan yang lebih menarik dalam buku ini adalah penulis menjabarkan serat Sastra Jendra, serat Dewaruci dan tembang-tembang jawa lainnya.

Banyak orang jawa yang tidak mengetahui kalau setiap ritual dalam budaya jawa itu tersimpan simbol-simbol yang mana jika dijabarkan akan memiliki  makna yang luas. Mistik Kejawen adalah simbol ideal dan falsafah hidup masyarakat Jawa. Baik dari segi ekonomi, politik dan sosial. Dari segi politik, masyarakat jawa mengenal istilah ajaran Asthabhrata atau Wahyu Makhuta Rama yaitu delapan sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin. Dalam perekonomian masyarakat jawa selalu melakukan pesugihan atau meraih kekayaaan. Jika mereka pergi bekerja mereka selalu menghitung tanggal, dino, pekerjaan apa yang cocok. Ketika mereka telah mencapai kesuksesan tidak lupa mengcapkan rasa syukur yaitu diwujudkan melalui nasi tumpeng, do'a-do'a, dan mengunjungi makam leluhur. Sehingga kehidupan masyarakat jawa menjalani kehidupan dengan penuh keyakinan.

Senin, 12 Oktober 2015

TEACHERTAINMENT

Great Teacher Onizuka (GTO)



Bagi para maniak drama ini bisa dijadikan tontonan dikala sedang tidak beraktifitas. Great Teacher Onizuka (GTO) yang mana merupakan drama asal Jepang yang ditulis oleh Tohru Fujisawa (Manga) dan Masaki Fukasawa yang diadopsi dari serial komik manga menceritakan kisah seorang tukang kebun yang bernama Eikichi Onizuka yang diperankan oleh Akira yang diangkat menjadi seorang guru untuk mengatasi kenakalan remaja yang terjadi disebuah sekolah. Drama ini memiliki kesan yang menarik dan ada unsur edukasi. Meskipun alur ceritanya agak sedikit liar. Onizuka yang latar belakangnya seorang Yakuza pernah mengalami kehidupan yang pahit ketika ia duduk dibangku sekolah. Ia (Onizuka) yang merupakan anak badung oleh gurunya dianggap sampah yang membuat keresahan dilingkungan sekolahan. Tapi ia memiliki cara pandang sendiri untuk mengatasi para peserta didik disekolah tersebut. Ia melakukan pembelajaran dengan melibatkan seluruh motorik dan emosional. Ia beranggapan bahwa belajar tidak terpaku didalam sebuah kelas. Namun seluruh dunia adalah ladang pembelajaran. Bahkan ia menganggap peserta didik sebagai "teman". Sehingga para peserta didik tidak memiliki sekat untuk melakukan interaksi dan komunikasi dengan gurunya.

Dalam drama ini terlihat jelas adalah bentuk aksi protes pendidikan yang mengedapan aspek pengetahuan. Sekolah tidak hanya untuk meraih nilai atau untuk masuk universitas unggulan. Sekolah berisi tentang cinta, persahabatan, kerjasama dan persaingan. Yang paling penting dari drama ini adalah cara pandang dan perlakuan guru terhadap peserta didik. Anak bukanlah manusia dewasa kecil, anak bukanlah wadah yang harus diisi oleh berbagai informasi. Akan tetapi, anak adalah seseorang yang memiliki jiwa. Menganggap anak sebagai manusia yang belajar mutlak yang harus dlakukan sebagai seorang guru. Kenakalan anak yang terjadi dizaman sekarang adalah bentuk protes bahwa mereka perlu dihargai dan diperhatikan. Pengajaran Humanis yang dilakukan Onizuka dalam drama ini bisa diambil sisi positifnya bagi para guru sebagai acuan dalam melakukan pembelajaran. Sehingga guru menjadi tempat sandaran dan destinasi dikala para peserta didik mengalami masalah.

Jumat, 02 Oktober 2015

Morning News

Sarapan Berita

Bangun pagi merupakan hal yang sangat dibenci oleh kebanyakan orang. Rasa kantuk masih menghiasi wajah membuat enggan untuk melipat selimut. Udara yang sangat sejuk dipagi hari membuat malas untuk beraktivitas. Pertama yang dilakukan mungkin adalah cuci muka kemudian mengambil sarapan atau menyeduh kopi untuk mengobati rasa dingin. Setelah itu menyalakan televisi. Beragam berita sudah menyambut baik itu berupa berita politik, bisnis, olahraga  atau infotaiment. 

Dizaman sekarang berita sudah menjadi hidangan pagi bagi kebanyakan orang. Selain itu, dapat menambah wawasan global dan tidak ketinggalan zaman. Bahkan saat ini banyak sekali media online yang sudah muncul dan dapat diakses secara mudah. Sebut saja Kompas, okezone, detik, dan media online lainnya. Namun kita harus pandai-pandai dalam memilih situs. Karena kemudahan teknologi, tidak menutup kemungkinan kriminalitas terjadi didunia maya. Jadi, pilihlah situs berita yang dapat dipercaya.

Oleh karena itu, luangkan waktu untuk mengambil remote TV atau menyalakan smartphone untuk mengikuti berita hari ini. Sehingga melalui sarapan berita dipagi hari  dapat menghilangkan rasa lapar akan pengetahuan. Pada akhirnya tidak menjadi orang ketinggalan zaman.

Jumat, 11 September 2015

Membaca Sambil Ngopi



Membaca Sambil Ngopi
Budaya ngopi memang sudah melekat erat diberbagai kalangan. Terutama kaum muda yang mana sebagian besar memiliki waktu yang cukup banyak untuk bersantai. Karena mereka belum mempunyai beban dan tanggung jawab rumah tangga. Ngopi merupakan  sarana entertain untuk mengisi malam minggu. Selain itu, ngopi juga menjadi bentuk ngumpul bareng atau istilahnya ngobar (ngopi bareng) sambil bercengkrama memberbincangkan suatu hal yang penting atau sekedar ngosip. Bahkan ngopi ini juga cocok untuk kalangan pejabat atau pengusaha yang dikemas dalam bentuk rapat.
Secangkir kopi memang sangat cocok digunakan dalam bentuk kegiatan apapun. Baik itu ketika sendiri atau berkumpul dengan orang banyak. Bahkan saat ini kopi sudah mulai merambah kedunia bisnis. Hal ini terbukti sudah menjamurnya cafe mulai yang bertaraf internasional sampai warung kopi pinggir jalan.
Namun ada juga sebagian orang yang menilai bahwa ngopi ini tidak cocok bagi para pemuda statusnya masih pelajar atau mahasiswa. Lebih baik digunakan belajar atau mengisi kegiatan yang lain yang sifatnya edukatif.
Belajar adalah hal yang wajib dan mutlak diperlukan bagi pelajar atau mahasiswa.  Tetapi menikmati hidup adalah sesuatu hal yang wajar dan sah adanya. Ngopi sambil membaca merupakan sebuah alternatif untuk mengatasinya. Aroma kopi yang khas sangat tepat untuk mencairkan suasana ketegangan ketika belajar. Sehingga selain menikmati kopi juga mendapat  banyak pengetahuan dari membaca.
Watuagung, 11 September 2015
Muhammad Rifa’i: “Ini cara belajar gue, loe bagaimana?”

Waktu yang Berkah



Waktu
Waktu seperti burung  tanpa hinggapan
Melewati hari-hari rubuh tanpa ratapan
Sayap-sayap mujizat terkebar dengan cekatan
Waktu seperti butir-butir air
Dengan nyanyi dan tangis angin silir
Berpejam mata dan pelesir tanpa akhir.
Dan waktu juga seperti pawang tua
Menunjuk  arah cinta dan arah keranda
(W.S Rendra, 1961. Empat Kumpulan Sajak)

Semua orang yang ada didunia ini tak ada yang tak kenal waktu. Waktu dalam konsep ilmu fisika dihitung melalui jarak dibagi kecepatan. Sedangkan pada hakikatnya secara filosofis adanya waktu depengaruhi oleh gerak. Mengapa? Munculnya siang dan malam dikarenakan adanya rotasi bumi melalui porosnya. Adanya tahun disebabkan revolusi bumi mengelilingi matahari selama 365 hari atau 366 hari dalam tahun kabisat. Hal inilah hubungan antara gerak dan waktu. Secara logika, jika seandainya didunia ini tidak ada gerak secara otomatis waktu tidak akan berjalan.
Hidup manusia selalu terikat dengan waktu (umur dan ajal). Sampai terciptanya dunia hingga saat ini waktu tak pernah berhenti. Dia terus bergerak dan terpacu sesuai hukum alam.  Seiring terikatnya waktu dengan manusia, banyak peran bagi kehidupan manusia. Diantaranya, yaitu:
Pertama waktu sebagai kawan, karena waktu menjadi teman setia mengiringi aktivitas dan perjalanan hidup manusia. Dikala suka atau duka.
Kedua waktu sebagai sesuatu yang penting, terkadang kita tidak sadar bahwasannya waktu menjadi hal yang paling berharga. Mengingat ketika ada peristiwa penting dalam kehidupan kita (seperti ulang tahun, hari besar, hari pernikahan dan lain sebagainya).
Ketiga waktu adalah musuh, ibarat sebuah lintasan balap waktu selalu menjadi lawan main kita dalam arena kehidupan. Suatu hari ketika datang kesekolah atau kekantor, takut terlambat, atau megejar deadline ketika sedang mengerjakan tugas.
Namun, dengan adanya peran-peran diatas tadi manusia tidak menyadarinya. Waktu menjadi sesuatu hal yang penting, juga bisa menjadi sesuatu yang menyebalkan. Seperti kata pepetah waktu bagaikan pedang, akan tetapi waktu adalah uang. Waktu bagaikan pedang, jika tidak waspada waktu akan menebas kita. Waktu adalah uang bagi orang selalu memanfaatkannya. Hal yang paling penting adalah bagaimana cara kita membuat waktu tersebut menjadi bermanfaat. Salah satunya menjadikannya waktu yang berkah. Yang mana waktu yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan kita. Caranya dengan membuat waktu tersebut menjadi lebih berharga. Apa gunanya punya banyak waktu, jika hanya untuk disia-siakan. Meskipun banyak kesibukan setidaknya kita memanfaatkan waktu dengan maksimal demi mendatangkan kesuksesan.

Guru killer atau guru cool



Guru killer atau guru cool
Agak sedikit aneh rasanya dengan judul tulisan ini. Tetapi ini terinspirasi dari sebuah pengalaman saya. ketika  masih duduk dibangku SLTP. Kata killer sendiri kurang tepat kalau digandengkan dengan guru. Kita tahu, seorang guru adalah seorang pendidik dan memberikan ilmu pengetahuan. Mengapa justru malah disebut killer (pembunuh). Kesan killer yang masih dalam ingatan saya adalah ketika diajar oleh guru fisika dan matematika. Saat guru tersebut memasuki kelas jantung terus berdebar. Bahkan mendengar namanya saja sudah menakutkan. Hari-hari sangat suram. Bangun pagi tak ada gairah untuk mencari ilmu. Pergi kesekolah ibarat memasuki istana penyihir. Mungkin yang saya alami ini tak jauh berbeda dengan anak-anak sekarang. Ketika diajar oleh seorang guru yang memiliki tampang galak dan menakukan. Barangkali guru tersebut ingin menunjukkan kewibawaannya terhadap para siswa. Bukannya giat belajar  malah menambah tekanan psikologis pada anak. Sehingga pelajaran tidak bisa diserap dengan maksimal. Akhirnya tujuan pembelajaran tidak akan tercapai.
lain halnya dengan guru cool. Kata cool disini bukan cool seperti anak muda jaman sekarang yang identik dengan stylish pakaian atau rambut . Pengertian cool secara bahasa adalah sejuk. Jadi guru cool adalah guru yang memberikan kesejukan terhadap muridnya. Bisa dibayangkan seandainya kita diajar oleh guru yang menyenangkan dan penuh dengan senyum. Secara tidak langsung murid akan mudah menerima apa yang disampaikan oleh guru. Dengan kata lain, seorang guru harus bersikap luwes terhadap anak didik. Meskipun  resikonya siswa bersikap manja terhadap guru. Akan tetapi disisi lain, siswa akan lebih terbuka untuk menyampaikan curahan atau masalah yang ada pada dirinya. Sehingga guru dapat melakukan tindakan evaluasi demi perbaikan pembelajaran siswa. Intinya adalah bagaimana seorang guru melakukan sosio emosinal dengan siswa melalui pendekatan interpersonal yang sehat. Dengan pengajaran yang cool akan menghasilkan siswa yang cool, sebaliknya pengajaran yang killer membuat siswa membuat siswa semakin brutal.

Sastra Jendra hayuningrat Pangruwating Diyu



 Sastra Jendra hayuningrat Pangruwating Diyu
Ramayana dan Mahabarata adalah dua epos yang sangat melegenda diseluruh dunia. Disamping masa yang lebih dulu daripada  Mahabarata, Ramayana juga terdapat kisah menarik yaitu asmara antara Rama dan sita yang penuh romantis. Bersama adiknya Laksamana, Rama mengarungi jagad untuk mencari Sita yang diculik oleh Rahwana si raja raksasa dari negeri Alengka. Hingga mereka bertemu dengan Hanuman dan pamannya Sugriwa bersama pasukan kera dari kerajaan goa Kiskenda untuk mengalahkan pasukan Rahwana.
Namun dibalik kisah tersebut ada pesan yang penuh makna yaitu dikisahkan ketika seorang Resi yang bernama Wisrawa raja dari Lokapala yang merupakan ayah dari Rahwana, Sarpakenaka, Kumbakarna dan Gunawan Wibisana. Pada saat itu Resi Wisrawa bermaksud mencarikan jodoh untuk anaknya yang bernama Danaraja yang merupakan hasil perkawinan dari Lokawati putri Raja Lokawana, Raja kerajaan Lokapala sebelum Resi Wisrawa. Suatu ketika ada seorang  raja yang mengadakan sebuah sayembara dari Negeri alengka, yaitu Prabu Sumali. Barang siapa yang dapat mengalahkan Ditya kala Jambumangli, satria angkuh dan sombong yang mana merupakan saudara muda dari Prabu Sumali dan harus menjabarkan ilmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu, ia boleh mempersunting putrinya Dewi Sukesi. Persyaratan pertama sudah dapat diselesaikan yaitu mengalahkan Jabumangli, Resi Wisrawa membanting Jabumangli diatas tanah, hingga tangan, kaki dan kepalanya terbelah menjadi dua. Selanjutnya sang Resi melakukan persyaratan yang kedua yaitu menjabarkan ilmu Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Karena ilmu tersebut merupakan ilmu monopoli para Dewata, maka para dewata menjadi murka. Mereka berusaha untuk menghalang-halangi penjabaran ilmu tersebut. Ketika Resi Wisrawa hampir selesai memberikan wejang ilmu tersebut kepada Dewi Sukesi, datanglah suatu cobaan atau ujian hidup. Batara Guru yang tidak terima ilmu tersebut ajarkan berusaha mengganggu bersama istrinya Dewi Uma. Batara Guru merasuk dalam diri Resi Wisrawa dan Dewi Uma merasuk ketubuh dewi Sukesi. Akhirnya mereka berdua terserang gejolak Asmara, sehingga mereka melakukan hubungan badan yang nantinya akan melahirkan ketiga anak raksasa yaitu Rahwana, Sarpakenaka dan Kumbakarna. Gagallah usaha penjabaran ilmu satra Jendra tersebut.
Ilmu Sastra Jendra hayuningrat Pangruwating Diyu atau Sastra Ceta merupakan ilmu yang mengandung kebenaran, keluhuran, keagungan akan kesempurnaan penilaian terhadap hal-hal yang belum nyata bagi manusia biasa. Jadi ilmu tersebut berisi tentang rahasia seluruh alam semesta dan perkembangannya. Yang merupakan cara atau jalan untuk mencapai kesempurnaan hidup. Untuk mencapai ilmu tersebut hal-hal yang perlu dilakukan manusia adalah sukma dan roh yang manunggal antara lain : Mutih (makan nasi tanpa lauk yang berupa apapun), Sirik (menjauhkan diri dari segala keduniawian), Ngebleng (menghindari makanan dan minuman yang tak bergaram) dan Patigeni (tidak minum dan makan sama sekali), selanjutnya  melakukan meditasi dan melalui beberapa tahapan ( tapaning jasad, tapaning budi, tapaning hawa nafsu, tapaning sukma, tapaning cahya dan tapaning gesang). Sehingga manusia dapat memahami jatining diri dan mencapai kesempurnaan hidup.
Apa yang sudah tersirat dalam kisah diatas merupakan sebuah pesan moral bahwa setiap manusia yang hidup didunia ini mengalami banyak cobaan yang meliputinya. Karena dunia itu merupakan ladang perjuangan. Barangsiapa yang sabar dalam menghadapi cobaan, niscaya akan mencapai kesempurnaan hidup. Salah satunya adalah terus melakukan perbuatan yang baik. Seperti yang dikatakan oleh Yudhistira ketika bercakap-cakap dengan Batara yama dalam kisah mahabarata “ kebahagiaan adalah buah dari perbuatan kebajikan”.