Great Teacher Onizuka (GTO)
Bagi para maniak drama ini bisa dijadikan tontonan dikala sedang tidak beraktifitas. Great Teacher Onizuka (GTO) yang mana merupakan drama asal Jepang yang ditulis oleh Tohru Fujisawa (Manga) dan Masaki Fukasawa yang diadopsi dari serial komik manga menceritakan kisah seorang tukang kebun yang bernama Eikichi Onizuka yang diperankan oleh Akira yang diangkat menjadi seorang guru untuk mengatasi kenakalan remaja yang terjadi disebuah sekolah. Drama ini memiliki kesan yang menarik dan ada unsur edukasi. Meskipun alur ceritanya agak sedikit liar. Onizuka yang latar belakangnya seorang Yakuza pernah mengalami kehidupan yang pahit ketika ia duduk dibangku sekolah. Ia (Onizuka) yang merupakan anak badung oleh gurunya dianggap sampah yang membuat keresahan dilingkungan sekolahan. Tapi ia memiliki cara pandang sendiri untuk mengatasi para peserta didik disekolah tersebut. Ia melakukan pembelajaran dengan melibatkan seluruh motorik dan emosional. Ia beranggapan bahwa belajar tidak terpaku didalam sebuah kelas. Namun seluruh dunia adalah ladang pembelajaran. Bahkan ia menganggap peserta didik sebagai "teman". Sehingga para peserta didik tidak memiliki sekat untuk melakukan interaksi dan komunikasi dengan gurunya.
Dalam drama ini terlihat jelas adalah bentuk aksi protes pendidikan yang mengedapan aspek pengetahuan. Sekolah tidak hanya untuk meraih nilai atau untuk masuk universitas unggulan. Sekolah berisi tentang cinta, persahabatan, kerjasama dan persaingan. Yang paling penting dari drama ini adalah cara pandang dan perlakuan guru terhadap peserta didik. Anak bukanlah manusia dewasa kecil, anak bukanlah wadah yang harus diisi oleh berbagai informasi. Akan tetapi, anak adalah seseorang yang memiliki jiwa. Menganggap anak sebagai manusia yang belajar mutlak yang harus dlakukan sebagai seorang guru. Kenakalan anak yang terjadi dizaman sekarang adalah bentuk protes bahwa mereka perlu dihargai dan diperhatikan. Pengajaran Humanis yang dilakukan Onizuka dalam drama ini bisa diambil sisi positifnya bagi para guru sebagai acuan dalam melakukan pembelajaran. Sehingga guru menjadi tempat sandaran dan destinasi dikala para peserta didik mengalami masalah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar